Selasa, 15 April 2014

UTS GENAP 2013-2014/ EKONOMI MONETER 2



1.         Konsep dan Pengertian Kebijakan Moneter
Konsep dasar kebijakan moneter adalah uang dan suku bunga. Kebijakan moneter adalah kebijakan otoritas moneter atau bank sentral dalam bentuk pengendalian besaran moneter atau suku bunga untuk mencapai kegiatan perekonomian yang diinginkan. Tujuan kebijakan moneter ada 2 yaitu tujuan interen dan eksteren.
Tujuan interen yaitu : terciptanya lapangan kerja yang luas dan laju inflasi yang rendah
Tujuan eksteren yaitu : neraca pembayaran internasional yang seimbang.
Kebijakan moneter di bagi menjadi 2 jenis yaitu kebijakan moneter ekspansif dan kebijakan moneter kontraktif.
Kebijakan ekspansif : untuk mendorong perekonomian dengan cara meningkatkan jumlah uang yang beredar.
Kebijakan moneter kontraktif : untuk memperlambat kegiatan perekonomian dengan cara mengurangi jumlah uang beredar.
2.       Tenggang waktu atau Lag dalam kebijakan moneter adalah jarak waktu antara perubahan kebijakan dengan perubahan kegiatan ekonomi.
Lag dibagi menjadi 2 macam yaitu inside lag dan outside lag :
Inside lag yaitu jarak waktu dimulainya permasalahan ekonomi sampai dengan kebijakan yang diambil untuk mengatasi permasalahannya.
Inside lag dibagi menjadi 3 yaitu : Recognition lag, Decision lag dan Action lag.
Outside lag yaitu : jarak waktu antara dimulainya kebijakan untuk mengatasinya sampai dengan akibat dari perekonomia.
3.       Kerangka strategis kebijakan moneter :
-         Penargetan nilai tukar : strategi kebijakan moneter ini berkeyakinan bahwa nilai tukarlah yang paling dominan pengaruhnya terhadap pencapaian sasaran akhir terhadap kebijakan moneter. Ada 3 alternatif yang dapat ditempuh
1.         Mentepakan nilai mata uang domestik terhadap harga suatu komoditas tertentu yang diakui secara internasional.
2.       Menetapkan nilai mata uang domestik terhadap mata uang negara-negara tertentu yang memiliki laju inflasi yang rendah.
3.        Menetapkan nilai mata uang domestik terhadap nilai mata uang negara-negara besar.
-         Penargetan besaran moneter : dalam strategi ini menggunakan pertumbuhan jumlah uang beredar sebagai sasaran utama.
-         Penargetan inflasi : dalam strategi ini BI mengumumkan kepada publik mengenai target inflasi jangka menengah dan komitmen bank sentral untuk mencapai stabilitas harga sebagai tujuan jangka panjang.
4.       mekanisme transmisi kebijakan moneter.
Mekanisme perubahan BI rate yang mempengaruhi inflasi sering disebut dengan mekanisme transmisi kebijakan moneter. Dalam mekanisme ini menggambarkan BI melakukan perubahan-perubahan instrumen moneter dan target opersionalnya yang mempengaruhi variabel ekonomi dan keuangan sebelum akhirnya berpengaruh terhadap tujuan akhir yakni inflasi. Mekanisme ini terjadi melalui interaksi antara Bank Sentral, Perbankan, sektor keuangan dan sektor riil. Perubahan BI rate mempengaruhi inflasi melalui berbagai jalur, diantaranya adalah jalur suku bunga,jalur nilai tukar,jalur kredit,jalur harga aset dan jalur ekspektasi.
5.       Kerangka operasional kebijakan moneter terdiri dari : Instrumen sasaran operasional,sasaran antara dan sasaran akhir.
6.       ITF atau inflation Targetting Firmwork adalah sasaran target inflasi. BI mengumumkan kepada publik mengenai target inflasi dan kebijakan moneter diarahkan untuk mencapai sasaran inflasi yang telah ditetapkan pemerintah. secara operasional dicerminkan dengan penetapan suku bunga yang diharapkan berpengaruh terhadap suku bunga pasar uang, kredit dan perbankan. Perubahan suku bunga akan mempengaruhi output dan inflasi.
7.       Perbedaan Aliran keynesian dan monetaris.
Keynesian :
-         Aliran ini memiliki pendapat bahwa perekonomian selalu ada dalam  posisi keseimbangan tingkat output rendah. Yang terjadi karena pengeluaran agregat cenderung lebih kecil dibandingkan dengan penerimaan agregat.
-         Aliran keynesian lebih menyukai kebijakan fiskal yang ekspansif
-         Fluktuasi ekonomi terjadi karena perubahan dalam faktor-faktor yang menentukan pendapatan nasional seperti pengeluaran pemerintah,investasi dan konsumsi.
-         Inflasi terjadi karena banyaknya pengeluaran agregat.
-         Mendukung peran pemerintah dalam pengembilan kebijakan moneter
-         Hanya menganalisis jangka pendek
Monetaris :
-         Aliran ini mengemukakan bahwa pasar memiliki dua kekuatan yaitu kekuatan tingkat suku bunga dan tingkat harga. Jika tingkat suku bunga turun makan akan mendorong investasi dan jika tingkat harga turun akan mendorong konsumsi.
-         Aliran monetaris lebih menyukai kebijakan moneter yang bersifat konraktif
-         Fluktuasi ekonomi terjadi karena pelonjakan jumlah uang beredar.
-         Inflasi terjadi karena banyakanya jumlah uang beredar.
-         Menganalisis perekonomian jangka panjang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TRIP LABUAN BAJO di MASA PANDEMI

 Hallo semuanya, semoga yang membaca blog aku selalu sehat, happy dan juga orang - orang yang sabar. sudah lama sekali, aku engga nulis di b...