Mau berbagi pengalaman saja.
Saya kerja di salah satu instansi pemerintah provinsi B. Belum lama, baru 7 bulan bekerja.
Sebelum mulai bekerja, saya sudah di beritahu bahwa saya akan bekerja secara team, dan pekerjaan nya termasuk pekerjaan yang sulit. Namun, karena saya suka dengan hal2 yang baru dan memandang sebuah instansi pemerintah (yang pasti jika orang2 tahu, pasti akan merasa iri ).
Mulai bekerja di bulan februari, langsung di hadapkan dengan banyak sekali kegiatan. Salah satunya penyusunan lakip prov. Karena saya orang baru, jadi belum di beri beban pekerjaan sepenuhnya. Saya mulai mempelajari, apa saja yang ada di lakip, tupoksi apa saja yang harus dikerjakan. Karena lakip adalah dokumen yang wajib di serahkan ke salah satu kementerian, maka kami pu diberi waktu hanya batas sampai tgl 31 maret saja. Akhirnya kami bekerja mati2an, dari bulan februari - maret, saya bekerja full day dari senin - minggu, dari pukul 08.00 sampai pukul 21.00 malam. Kadang kala sampai jam 11 malam. Badan sudah tidak karuan, tapi deadline waktu makin dekat.
Alhamdulillah tgl 31 kami hadapi dengan rasa lega karena bisa menyerahkan lakip tepat waktu.
Setelah lakip selesai, masih banyak kegiatan2 lain yang harus dikerjakan di bagian kami. Mulai dari rapat2 biasa, monitoring, pembelajaran SKP. Dan ini balada badai datang lagi. Akhirnya saya di hadapkan harus menyusun renja (rencana kerja) dan renstra(rencana startegi. Ini di susun setiap 5 tahun sekali).
Lucunya, karena pimpinan merasa saya yang bisa menyelsaikan itu, di bebankan lah renja dan renstra kepada saya. Awal - awal saya kerjakan sendirian, saya masih sanggup, masih bisa menghendle. Tapi ternyata fisik sudah tidak sanggup apalagi mental. Padahal kami seharusnya bekerja sebagai Tim. Tapi yang lain sungguh tidak memiliki tanggung jawab.
Akhirnya badan sudah tidak sanggup, 3 minggu saya tidak bekerja.
Berkali - kali ke dokter. Di fikir hanya asam lambung biasa. Setelah itu ke dokter lagi divonis usus buntu, karena memang perutnya sakit, periih sekali.
Sampai saya di rujuk ke RS swasta di Tangerang.
Akhirnya ketauan kalau saya mengidap irritable bowel syndrome.
Jadi semacam penyakit fungsional yang menyerang usus besar.
Tanda - tandanya, mual - muntah, perut kanan bagian bawah sangat sakit sekali. Ternyata penyebabnya adalah Stress dan kelelahan !!
Akhirnyaa allah memberi saya peringatan melalui sakit tersebut . Bahwa bekerjalah sesuai porsinya. Jangan memaksakan fisik dan batin
Kalau sudah tidak kuat jangan bertahan. Tubuhmu juga butuh istirahat . !!
Senin, 16 Oktober 2017
Sabtu, 22 Juli 2017
Pulau Lima.. Di Karangantu, Kecamatan Kasemen, Serang - Banten. ♡
Jadi kalau mau kesini bisa lewat pelabuhan Karangantu yah.. setelah itu, naik kapal2 yang tersedia disana.. Cuma -+ 15 menit aja nyebrang laut. Sampai deh di Pulaunya.
Dulu, pertama kali kesini tahun 2014, Masih Baguusss banget... Sepi Banget. Waktu itu ber 7 kesana Sama Temen-temen kampus. Berangkat sekitar jam 3 sore, Nginep disana. Karena disana juga tersedia villa yang terdiri dari 2 kamar, 1 ruang makan, dan 1 Ruang Tamu..
Tahun 2014 kesana sebetulnya enggak ada rencana. Cuma awalnya mau main ke pantai, tapi di rekomendasikan sama kakak ke pulau 5. Ternyata enggak mengecewaKan. Yang paling berkesan adalah, saat pagi jam 5 liat sunrise dan kemudian kita semua mandi di lautnya..
Masha allah segeeerrr bangeet, baguuuss banget.
Sayang, foto2nya ilang 😢.
Lompat dari dermaga ke laut yang banyaaakkk banget ikan-ikannya. Kereenn laahh..
Nah, kesana lagi tahun 2017 ini.. udah banyak perbedaan, sekarang udah banyak saung-saung. Selain 3 buah villa. Sudah ada yang jualan juga, jadi enggak usah khawatir soal perut. Kamar mandinya sudah ada airnya.
Flashback ke tahun 2014, waktu itu kamar mandinya enggak ada airnya. Jadi kami beli air 2 drum di sekitar pelabuhan karangantu, lupa harga 1 drumnya berapa. Hehe. Kita juga bawa bekel waktu itu, beras;sarden,sarimi dan air mineral.
Waktu itu masak, kompornya dari penjaga villa.
Tapi, jangan tanya tarif villa atau kapalnya berapa yaa.. karna waktu itu gratiiissss hehe !!! Free... kita cuma ngasih uang rokok ke penjaga villa, dan uang solar untuk kapal aja 200rb.
Sekarang, keadaan pulaunya udah berbeda. Pulaunya semakin mengecil, kayanya sih kena abrasi, terus udah rameeee banget... dan panaasss banget. Beberapa kali kapalnya mati karena lautnya dangkal 😢. Terus kesangkut sampah juga. Nah ini yang bikin sebel, akibat orang - orang gak bertanggung jawab yang suka buang sampah sembarangan di laut.
Masih sama bagusnya siiihhh... Tapi semoga pengunjung bisa tetep jaga kebersihan disana..
Jadi kalau mau kesini bisa lewat pelabuhan Karangantu yah.. setelah itu, naik kapal2 yang tersedia disana.. Cuma -+ 15 menit aja nyebrang laut. Sampai deh di Pulaunya.
Dulu, pertama kali kesini tahun 2014, Masih Baguusss banget... Sepi Banget. Waktu itu ber 7 kesana Sama Temen-temen kampus. Berangkat sekitar jam 3 sore, Nginep disana. Karena disana juga tersedia villa yang terdiri dari 2 kamar, 1 ruang makan, dan 1 Ruang Tamu..
Tahun 2014 kesana sebetulnya enggak ada rencana. Cuma awalnya mau main ke pantai, tapi di rekomendasikan sama kakak ke pulau 5. Ternyata enggak mengecewaKan. Yang paling berkesan adalah, saat pagi jam 5 liat sunrise dan kemudian kita semua mandi di lautnya..
Masha allah segeeerrr bangeet, baguuuss banget.
Sayang, foto2nya ilang 😢.
Lompat dari dermaga ke laut yang banyaaakkk banget ikan-ikannya. Kereenn laahh..
Nah, kesana lagi tahun 2017 ini.. udah banyak perbedaan, sekarang udah banyak saung-saung. Selain 3 buah villa. Sudah ada yang jualan juga, jadi enggak usah khawatir soal perut. Kamar mandinya sudah ada airnya.
Flashback ke tahun 2014, waktu itu kamar mandinya enggak ada airnya. Jadi kami beli air 2 drum di sekitar pelabuhan karangantu, lupa harga 1 drumnya berapa. Hehe. Kita juga bawa bekel waktu itu, beras;sarden,sarimi dan air mineral.
Waktu itu masak, kompornya dari penjaga villa.
Tapi, jangan tanya tarif villa atau kapalnya berapa yaa.. karna waktu itu gratiiissss hehe !!! Free... kita cuma ngasih uang rokok ke penjaga villa, dan uang solar untuk kapal aja 200rb.
Sekarang, keadaan pulaunya udah berbeda. Pulaunya semakin mengecil, kayanya sih kena abrasi, terus udah rameeee banget... dan panaasss banget. Beberapa kali kapalnya mati karena lautnya dangkal 😢. Terus kesangkut sampah juga. Nah ini yang bikin sebel, akibat orang - orang gak bertanggung jawab yang suka buang sampah sembarangan di laut.
Masih sama bagusnya siiihhh... Tapi semoga pengunjung bisa tetep jaga kebersihan disana..
Langganan:
Komentar (Atom)
TRIP LABUAN BAJO di MASA PANDEMI
Hallo semuanya, semoga yang membaca blog aku selalu sehat, happy dan juga orang - orang yang sabar. sudah lama sekali, aku engga nulis di b...
-
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Seiring dengan meningkatnya persaingan pada era globalisasi, meningkatkan pula in...
-
Untuk Mu, Ku Mohon Menghilang lah Dari Hidupku Sejak pertama kali kita bertemu 11 tahun yang lalu. Aku lupa tepatnya tang...



